JAKARTA-Kinerja keuangan PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) pada Tahun Buku 2021, berbalik mencatatkan laba bersih sebesar Rp802,09 miliar.
Padahal setahun sebelumnya perseroan membukukan rugi bersih mencapai Rp201,42 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan SGRO yang dipublikasi di Jakarta, Selasa (29/3), perbaikan kinerja keuangan tersebut ditopang oleh perolehan total penjualan di sepanjang 2021 yang mencapai Rp5,22 triliun atau jauh lebih besar dibanding 2020 yang senilai Rp3,5 triliun.
Sering dengan peningkatan nilai penjualan tersebut, pada tahun lalu SGRO mencatatkan beban pokok penjualan sebesar Rp3,55 triliun atau meningkat dibanding 2020 yang sebesar Rp2,62 triliun.
Sehingga, laba bruto untuk Tahun Buku 2021 menjadi Rp1,67 triliun.
Sementara itu, laba usaha di 2021 tercatat sebesar Rp1,41 triliun atau lebih besar dibanding setahun sebelumnya yang senilai Rp686,09 triliun.
Adapun jumlah laba sebelum pajak penghasilan pada Tahun Buku 2021 tercatat mengalami kenaikan menjadi Rp1,2 triliun dari Rp100,46 miliar di 2020.
Jumlah beban pajak penghasilan (neto) yang dicatatkan SGRO untuk periode yang berakhir 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp385,15 miliar, sedangkan pada periode yang sama di 2020 sebesar Rp292,2 miliar.













