Sementara itu, kelompok beras, bawang putih, dan mie kering instan mencatat inflasi yang rendah. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat 0,33% (yoy), melambat dari 1,76% (yoy) pada bulan sebelumnya.
Dia menjelaskan, inflasi inti melambat sehingga turut menopang terkendalinya inflasi IHK dalam sasarannya. Inflasi inti tercatat 0,26% (mtm) pada Februari 2019, melambat dibandingkan dengan inflasi 0,30% (mtm) pada bulan sebelumnya.
Komoditas utama penyumbang inflasi kelompok inti ialah tarif sewa rumah, tarif kontrak rumah, nasi dengan lauk, emas perhiasan, mobil, dan upah pembantu rumah tangga. Secara tahunan, inflasi inti tercatat tidak berubah dibandingkan dengan perkembangan bulan lalu, yakni sebesar 3,06% (yoy).
“Inflasi inti yang terkendali tidak terlepas dari konsistensi kebijakan BI dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya,” imbuhnya.
Inflasi kelompok administered prices juga tetap rendah. Kelompok administered prices mencatat inflasi 0,06% (mtm) pada Februari 2019, setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,12% (mtm). Inflasi kelompok administered prices terutama bersumber dari tarif angkutan udara, tarif kereta api dan rokok kretek filter.














