JAKARTA-Anak Usaha PT Astra International Tbk (ASII), PT Federal International Finance (FIF) melaporkan bahwa sepanjang 2021 perseroan mampu membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 65,8 persen (year-on-year) menjadi Rp2,47 triliun.
Menurut Collection Remedial and Recovery Management Division Head FIF Group, Riadi Masdaya di Jakarta, Rabu (23/3), pada Tahun Buku 2021 perolehan laba bersih FIF mencapai Rp2,47 triliun atau mengalami kenaikan dibanding setahun sebelumnya yang senilai Rp1,49 triliun.
Riadi menyatakan, kinerja keuangan FIF di sepanjang 2021 yang mencatatkan hasil positif didukung oleh perbaikan kegiatan operasional bisnis perusahaan dan pengelolaan kontrak customer dalam proses penagihan.
Perbaikan kinerja FIF pada tahun lalu tercermin dari rasio pembiayaan bermasalah (NPF) yang mengalami penurunan menjadi 0,9 persen dari sebesar 1,5 persen.
“Non-performing financing menjadi indikator sehatnya sebuah perusahaan pembiayaan,” ucapnya.
Dia menyebutkan, NPF merupakan indikator utama kinerja sebuah perusahaan pembiayaan yang merepresentasikan jumlah kontrak dengan kredit macet dibandingkan dengan total seluruh kontrak.
“Membaiknya kinerja FIF didukung oleh proses pengelolaan kontrak dan penagihan yang sesuai dengan regulasi, baik dari peraturan pemerintah maupun SOP di perusahaan,” ujar Riadi.













