Di tengah peningkatan jumlah customer, kata Riadi, proses dan sistem pengelolaan kontrak dan penagihan menjadi salah satu faktor kesuksesan lancarnya pelunasan kredit pada perusahaan pembiayaan.
“Dalam operasionalnya, sebagai langkah mitigasi munculnya kredit macet, treatment yang dilakukan FIF terbagi menjadi dua proses, yaitu penagihan dan remedial. Perbedaan dari kedua proses tersebut adalah berdasarkan lamanya keterlambatan pembayaran angsuran yang dilakukan oleh customer,” tutur Riadi.
Pada laporan keuangan ASII untuk Tahun Buku 2021, laba bersih divisi jasa keuangan mengalami kenaikan 49 persen (y-o-y) menjadi Rp4,9 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen dan asuransi umum.
Sebagaimana diketahui, laba bersih ASII di 2021 mencapai Rp20,2 triliun atau bertumbuh 25 persen (y-o-y).
Adapun nilai pembiayaan baru pada bisnis pembiayaan konsumen ASII meningkat 25 persen (y-o-y) menjadi Rp83,5 triliun.
Kontribusi laba bersih dari Grup perusahaan yang fokus pada pembiayaan mobil meningkat 70 persen menjadi Rp1,4 triliun, sedangkan kontribusi laba bersih dari FIF yang fokus pada pembiayaan sepeda motor meningkat 66 persen menjadi Rp2,5 triliun.













