Lembaga keuangan yang tergabung dalam Project Financing JTB ini terdiri dari 8 bank internasional dan 4 bank domestik. Bank internasional yang turut serta adalah Bank of China, CIMB, DBS, Intesa Sanpaolo, Maybank, MUFG, Milbank, dan SMBC.
Sedangkan lembaga keuangan domestik yang terlibat adalah Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, BTPN, dan Bank Rakyat Indonesia.
Proyek JTB ini ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional, dengan produksi gas yang akan didistribusikan melalui Pipa Gas Gresik-Semarang milik Pertagas untuk konsumsi dalam negeri.
JTB akan memiliki kapasitas produksi 330 MMSCFD (raw gas) dengan sales gas sebesar 192 MMSCFD.
Lingkup pekerjaan Proyek Gas JTB ini meliputi Pembebasan Lahan yang Telah selesai dilaksanakan, Early Civil Work (ECW) yang juga telah selesai dilaksanakan.
Adapun lingkup pekerjaan yang saat ini sedang berlangsung adalah pemboran 6 sumur gas yang dilaksankan oleh Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) yang merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina (Persero), dan pembangunan Gas Processing Facilities (GPF) yang dilaksanakan oleh Konsorsium PT. Rekayasa Industri, PT. JGC Indonesia, dan JGC Corporation.
Proyek Gas JTB ini dijadwalkan selesai pada tahun 2021













