JAKARTA-Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, E Herman Khaeron meminta agar peran Perum Bulog diperluas kewenangannya. Bukan hanya menangani beras, kedelai, gula dan daging. Fungsi Bulog sekarang ini masih sangat terbatas, bahkan cenderung dikerdilkan, karena hanya menangani beras miskin (Raskin) sebanyak 2,7 juta/ setahun.
“Fungsi Bulog harus dikembalikan seperti sebelumnya menangani semua bahan pangan strategis bagi masyarakat, jangan seperti sekarang ini seperti pemadam kebakaran” katanya dalam diskusi “Stabilitas Harga Pangan”bersama Direktur Pengadaan Bulog Wahyu dan Kepala Bbadan Ketahanan Pangan Kementan RI Gardjita Budi M. Agr. ST di Gedung DPR RI Jakarta, Kamis (23/6/2016).
Lebih jauh Herman meminta agar penataan sistem pasar terutama bagi produk bahan pangan harus segera dilakukan oleh Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), guna mengatasi gejolak harga, terutama pada bulan suci puasa dan hari lebaran.
Padahal, kata Khaeron, untuk mengatasi gejolak harga, dari cengkeraman Kartel dan permainan pedagang, pemerintah harus hadir. Tidak boleh diserahkan kepada pihak lain, terutama pihak swasta yang dalam kegiatan operasionalnya, cenderung mencari keuntungan. “Selama negara tidak hadir dalam persoalan bahan pangan, termasuk mengatasi gejolak harga, sampai kapanpun masalah harga pangan strategis, tidak akan bisa teratasi” kata Khaeron.















