Politisi Partai Demokrat mendesak pemerintah memastikan kemampuan produksi pangan setiap tahunnya. Sebab, tanpa ada kepastian, tentu tidak akan mungkin kebijakan yang ditempuh pemerintah mampu mengantisipasi gejolak harga di pasar. “Berapa sih jumlah produksi kita setiap tahun. Dan bagaimana pula cara kita untuk meningkatkan poduksi karena kebutuhan selalu meningkat,” ujarnya seraya mengakui koversi lahan pertanian hampir 100 hektar setiap tahun.
Herman juga mengharapkan agar pemerintah tidak memandang remeh proses distribusi sembako hingga ketangan masyarakat yang menjadi konsumen. Aspek distribusi sangat penting, karena negara kita terdiri dari ribuan pulau.
Direktur Pengadaan Bulog Wahyu Widanto membenarkan, bahwa fungsi Bulog saat ini belum seperti yang diharapkan, baik oleh Presiden Joko Widodo maupun masyarakat luas. Dalam hal mengatasi gejolak harga pangan strategis, termasuk daging sapi pada saat puasa dan lebaran yang saat ini sedang hangat diperbincangkan, Bulog bisa bergerak hanya karena mendapat penugasan. Sebab, yang menjadi tugas Bulog hanyalah menangani tiga komodity, yakni beras, jagung dan kedele.
Wahyu mengemukakan, sesungguhnya Presiden Jokowi dalam beberapa rapat yang dihadiri Menteri terkait mengharapkan agar Bulog menangani 11 komodity pangan strategis.
“Saya pernah ikut rapat, dan Presiden Jokowi, meminta agar Bulog menangani 11 komodity pangan strategis, tetapi entah apa sebabnya akhirnya hanya untuk 3 komodity strategis “ kata Wahyu sembari meminta agar ke depan, Pemerintah dan DPR memperhatikan masalah ini, sehingga masalah gejolak harga bisa diatasi.















