ROTE NDAO-Pemerintah mengakui peran pelaku industri kreatif sangat signifikan karena berkontribusi pada perekonomian dan pertumbuhan industri nasional. Selain nilai ekonomi, para pelaku industri ini juga memperkuat citra produk Indonesia yang ramah lingkungan. “Pelaku industri kreatif khususnya di bidang tenun dan batik punya stamina yang kuat sehingga konsisten dalam memanfaatkan bahan baku ramah lingkungan. Rekan-rekan juga penuh semangat melestarikan kekayaan adat dan kearifan lokal Indonesia melalui penggunaan serat dan warna alami,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin saat membuka secara resmi pembukaan Festival Serat dan Warna Alam Indonesia ”Swarna Fest 2015” di Pantai Nemberala, Kabupaten Rote Ndao, Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (6/11).
Kegiatan ini melibatkan lebih dari 500 orang yang berasal dari perajin tenun yang menggunakan serat dan warna alam serta Industri Kecil dan Menengah (IKM) produk unggulan dari Kabupaten Rote Ndao, desainer, penggiat warna dan serat alam.
Pada tahun 2014, peringkat Indeks Inovasi Global Indonesia menempati peringkat 87 dari 126 negara berdasarkan hasil Survei INSEAD (Institute European d’Administration des Affairs), meningkat dari peringkat 99 pada 2012.













