Dalam pengembangan tenun Rote dan pewarna alami, Kementerian Perindustrian bekerjasama dengan desainer Merdi Sihombing. “Salah satu karya Merdi yang bermotif tenun Rote telah dipesan oleh Louis Vuitton untuk dikembangkan dan dipamerkan Jakarta Fashion Week kemarin,” kata Saleh.
Senada dengan Saleh, Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kemenperin, Euis Saedah mengungkapkan pasar internasional memang cenderung membangkitkan kembali penggunaan warna-warna alam karena sifatnya yang ramah lingkungan.
Pemakaian pewarna alami, harapnya dapat meningkatkan pendapatan penenun di NTT. “Kreativitas mama-mama penenun menciptakan nilai tambah dan menambah kesejahteraan. Sekaligus mempertahankan hasil budaya NTT,” ulas Wakil Gubernur NTT Benny Alexander Litelnoni.
Khusus di Kabupaten Rote Ndao, Kemenperin memberikan pelatihan dan bimbingan teknis untuk pakaian jadi, gula semut, pendampingan pencelupan warna alam, dan kerang-kerangan. “Pengembangan industri kreatif di Rote Ndo dilakukan sesuai dengan potensi daerah dan kreativitas masyarakat,” terang Bupati Rote Ndao, Lens Haning.
Aktivitas pelatihan juga dilakukan dengan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan swasta seperti Semen Kupang dan Arwana Citra Mulia.













