SOLO-Apakah Area Perdagangan Bebas ASEAN yang sering disebut dengan istilah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan salah satu wilayah pertempuran dalam Era Perang Generasi Keempat ? Apa yang sebenarnya disebut dengan Perang Generasi Keempat ? Apakah Indonesia akan memenangkan perang ini ?
Pertanyaan inilah yang akan dijawab dalam seminar nasional kedua yang diadakan oleh STIE / ABA St. Pignatelli, Surakarta pada Kamis (28/4). Berharap dengan menghadirkan 3 (tiga) pembicara yakni Letjen TNI (Pur) Kiki Syahnakri (Mantan WaKASAD & Ketua Jati Diri Bangsa), Prof. Dr. Bambang Setiaji (Rektor Universitas Muhammadiyah, Surakarta), Dr. Gregorius Sri Nurhartanto, SH. LL (Rektor Universitas Atma Jaya, Jogyakarta), seminar yang dipandu Agung PW (wartawan senior Suara Merdeka), akan menyingkap takbir rahasia Perang Generasi Ke-IV (G 4) itu.
Demikian diungkapkan Ketua Yayasan St. Pignatelli, Rm. JB Clay Pareira SJ dan Ketua STIE St. Pignatelli Titik Dwiyani dalam penjelasannya terkait dengan seminar yang akan diadakan dengan thema “MEA DAN PERANG GENERASI KEEMPAT”, Senin (25/4).
Seminar tentang Perang Generasi Ke-IV ini merupakan lanjutan dari seminar pada bulan sebelumnya yang mengambil thema, “MEA DAN TANTANGAN DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA”. Dalam seminar tersebut, dikatakan bahwa Indonesia tidak akan dapat menghindar dari dinamika globalisasi tersebut. Tak seorangpun dapat menyiasati dunia yang senantiasa berubah dan memberikan dampak secara nyata atas kehidupan sebuah negara dan rakyatnya. Dunia akan terus mengecoh Indonesia dan tidak mungkin melawannya kecuali kita sendiri mau berubah.














