Dengan hampir lebih 60 persen rakyat berpendidikan Sekolah Dasar, yang diperlukan oleh Indonesia untuk menghadapi globalisasi dunia termasuk pasar perdagangan bebas negara ASEAN atau yang sering disebut Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), adalah perubahan sikap mental yang mendasar. Indonesia harus menghapus mental tidak disiplin dan sekaligus membangun kepemimpinan (leadership). Itu merupakan pendapat Pengusaha Nasional, Franciscus Welirang, yang menjadi salah satu pembicara dalam seminar bulan lalu.
Namun Indonesia tidak mungkin menjadi pemenang dalam MEA karena sekalipun berpenduduk paling besar, tetapi kualitas pendidikannya rendah. Ini juga diperparah bangsa Indonesia tidak bermental disiplin serta lemah dalam kepemimpinan. Kelemahan Indonesia hanya bisa diatasi dengan segera jika kita sepakat merubah mental tidak disiplin dan membangun kekuatan kepemimpinan (leadership).
Lalu bagaimana akan memenangkan MEA tersebut ?
Menurut Rm JB Clay SJ, bangsa Indonesia tidak boleh hanya melihat dari sudut perdagangan bebas saja. Indonesia harus melihat dinamika lain yakni perang tak kasat mata yang tidak menggunakan kekuatan militer tetapi kekuatan senjata ekonomi dan budaya. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus dibukakan matanya, sekalipun tidak mudah, untuk berani masa depan masa depan diri dan negaranya.














