Bangsa Indonesia, jelas Clay SJ lebih lanjut, tidak pernah secara serius dan mendalam membahas setiap dinamika perubahan yang akan berdampak pada masa depannya. Indonesia senantiasa dininabobokan oleh dinamika politik yang tidak jelas tujuan akhirnya dan persoalan yang bukan pada substansinya. “Pak Kiki Syahnakri adalah orang yang tepat untuk menjelaskan masalah ini. Dalam berbagai tulisannya di media masa pada beberapa waktu lalu, Pak Kiki sudah menjelaskan masalah Perang Generasi Ke-IV ini. Dan menjadi tepat ketika dua rektor dari Universitas Muhamadiyah Surakarta dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta membahas perang ini dari kacamata pendidikan,” ujar Rm Clay SJ.
Oleh karena itu, Titi Dwiyani menambahkan, dalam tahun 2016 -2017, STIE/ ABA Pignatelli mencoba menghadirkan segara persoalan yang ada diadapan bangsa Indonesia dengan diberlakukannya MEA. Tahun 2017 merupakan tahun yang penuh kejutan ketika pendidikan asing diijinkan masuk ke Indonesia. Siapakah yang akan terlindas ?
Oleh karena itu, setiap bulan STIE / ABA St. Pignatelli akan menghadirkan berbagai pembicara yang berkompeten di bidangnya untuk menjelaskan berbagai persoalan itu. Menurutnya, lembaga pendidikan Indonesia harus memulai kerjasama berlandaskan nasionalisme dan kepentingan bangsa serta negara.














