Lebih lanjut, dia meminta pemerintah untuk prudent dan waspada mengatasi gejolak ekonomi akibat covid-19 ini.
Ketidakhati-hatian membuat regulasi bisa menghantam ekonomi dalam negeri. Apalagi, saat ini semua indicator makro memperlihatkan trend negative.
“Mata uang rupiah jeblok di posisi 16.600 per dollar AS,” jelasnya.
Jika pelemahan rupiah ini terus terjadi maka bisa jebol republic ini. “Makanya kita, jaga bersama situasi ini agar benar-benar kondusif,” tukasnya.
Dia mengaku, penyebaran covid-19 ini memukul semua sendiri perekonomian nasional, tak terkecuali sector retail. Meski ada kebijakan pemerintah semisal menunda tagihan kredit kepada debitur selama setahun lewat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menunda.
Karena itu, harus dikawal, apakah perbankan menerapkan kebijakan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah ini.
“Saya melihat, perbankan maupun leasing belum tentu akan terima. Lagipula, itu baru pernyataan saja kok. Kita tunggu impelementasinya di lapangan,” tukasnya.












