JAKARTA-PT Garuda Indonesia dipacu harus bisa memperbaiki sistem pengelolaan pendapatan yang diperoleh dari penumpang agar kondisi perusahaan bisa terus membaik. Rumors soal kondisi buruknya keuangan PT Garuda Indonesia dinilai hanya bersifat sementara. “Apalagi dilihat dari sisi infrastruktur, SDM, serta produk yang dimiliki sudah sangat baik dan bisa menjadi faktor pendukung perbaikan perusahaan. Saya sangat optimistis,” kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Pahala N Mansury, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis.
Perbaikan keuangan perusahaan, kata Pahala, dilakukan dengan mengevaluasi sejumlah rute penerbangan yang kemungkinan bisa saja ditambah maupun dikurangi frekuensinya. Penambahan rute penerbangan bukan berarti menambah biaya asalkan rute yang dilayani itu bisa menambah manfaat dan keuntungan pesawat yang digunakan.
Sebaliknya jika rute yang dilayani tidak optimal maka biaya operasional makin tinggi yang pada akhirnya tidak mampu bersaing penjualan tiket sehingga harga penjualan tidak kompetitif. “Perusahaan masih akan menambah rute penerbangan sepanjang memang menguntungkan dan kompetitif disamping bisa meningkatkan penggunaan pesawat yang ada,” katanya.
Pahala tidak menyangkal ke depan ada sejumlah rute yang akan ditambah tapi ada juga rute yang dikurangi frekuensinya, tapi bisa juga ada rute yang dihentikan sama sekali, sehingga pesawat tersebut bisa digunakan untuk melayani rute yang kompetitif,” katanya.















