Namun, bank-bank swasta seperti OCBC dan BTPN juga menunjukkan progres positif.
Praktik terbaik yang diidentifikasi antara lain penggunaan energi terbarukan di kantor pusat, pembentukan divisi ESG khusus, serta integrasi asesmen risiko lingkungan dalam proses kredit.
Meski begitu, sebagian besar bank belum secara konsisten menerapkan pendekatan keberlanjutan pada sektor-sektor berisiko tinggi seperti kehutanan dan perkebunan.
IWGFF merekomendasikan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat adopsi perbankan hijau, termasuk:
- Mewajibkan publikasi RAKB secara terbuka,
- Mendorong adopsi FPIC dalam pembiayaan sektor berbasis lahan,
- Memberikan insentif fiskal untuk investasi hijau, dan
- Memperkuat regulasi agar tidak hanya bersifat administratif.
Dengan diluncurkannya Indeks Investasi Hijau II, IWGFF berharap regulator, industri keuangan, dan masyarakat sipil dapat bersama-sama mendorong praktik pembiayaan yang lebih bertanggung jawab dan berpihak pada kelestarian lingkungan serta perlindungan hak masyarakat terdampak.














