Berdasarkan data lapangan, sejumlah UMKM telah berdiri usaha mikro di DNIKS, misalnya pedagang Nasi Goreng, Bubur Ayam dan terbaru Soto Ayam Kampung Lamongan “Kedai Bu Hj Liya” serta Bakso TANAMOER. Semua UMKM tersebut berjalan lancar, namun masih memerlukan perhatian dan bimbingan pemerintah, terutama kalangan perbankan.
“DNIKS mendesak Bank Himbara memberikan prioritas bagi UMKM untuk mendapatkan kredit yang lebih mudah, tanpa agunan,sehingga bisa cepat berkembang,” tutur Liya-sapaan akrabnya.
Lebih jauh Liya menceritakan bahwa Soto Ayam Kampung Lamongan tersebut semuanya menggunakan bahan lokal, tidak ada bahan impor.
Bahkan rasanya disesuaikan dengan lidah orang Indonesia, sehingga kenikmatannya terasa alami.
“Bahan yang digunakan asli rempah-rempah dari Nusantara, dan racikan sesuai dengan takaran,” paparnya.
Dengan menggunakan bahan baku lokal, sambung Istri Bupati Muko-Muko periode 2021-2025, usaha mikro dan
UMKM ini mendukung petani lokal dan membangun perekonomian desa.
“Jadi bisnis Soto Ayam Kampung Lamongan ini menjaga warisan kuliner Indonesia dengan memanfaatkan resep dan bahan-bahan tradisional yang sudah ada sejak lama.”
Diakui Liya yang juga pemilik “Kedai Bu Hj Liya”, bahwa pelanggan yang datang mengaku cukup puas dengan citta rasa yang ada.















