Salah satu strategi menghadapi tantangan kurangnya likuiditas bursa saat ini, Bappebti sebagai salah satu stakeholders PBK terus melakukan sosialisasi berbasis edukasi kepada kalangan civitas akademika. Tujuannya yakni meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai dunia perdagangan berjangka komoditi. “Bappebti terus mendorong perkembangan industri perdagangan berjangka,” ujar Marthin. Untuk itu, Bappebti terus meningkatkan kerja sama antarpelaku usaha komoditi dan perguruan tinggi.
Marthin menjelaskan, PBK merupakan bentuk kegiatan yang dapat menjadi sarana lindung nilai yang sangat efektif guna menunjang strategi manajemen perusahaan dari pengaruh timbulnya risiko/kerugian yang disebabkan fluktuasi harga. PBK juga dapat digunakan sebagai sarana alternatif investasi di bursa berjangka. “Industri PBK Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi acuan harga dunia, terutama mengingat Indonesia memiliki banyak sumber daya alam, baik yang terbarukan (produk pertanian seperti kakao, kopi, dan minyak sawit mentah), serta tidak terbarukan (pertambangan dan mineral seperti emas, timah, batu bara, nikel, dan bauksit),” terang Marthin.
Selain itu, PBK juga bentuk lain dari kegiatan asuransi berdasarkan mekanisme yang terjadi di pasar, yaitu dengan membentuk pasar bayangan atau pasar derivatif dari pasar komoditi fisiknya (spot). Manfaat ekonomi lainnya adalah terbentuknya harga pasar yang transparan sehingga dapat menjadi sumber referensi harga yang dapat dipercaya (price discovery).















