Kendati demikian, Bappebti menyadari potensi Indonesia belum optimal dikembangkan. “Masih cukup banyak komoditi andalan ekspor yang belum menjadi subjek kontrak berjangka di bursa berjangka,” lanjut Marthin.
Namun demikian, tambah Marthin, Bappebti terus mendorong upaya-upaya yang bertujuan menjadikan komoditi di Indonesia sebagai harga acuan dunia melalui pemberian persetujuan produk-produk komoditi unggulan (seperti kopi, kakao, karet, dan komoditi pertanian lainnya) untuk masuk sebagai subjek kontrak berjangka.















