Selain itu, potensi resesi Indonesia juga kecil jika ditinjau dari indikator windfall komoditas.
Ketika windfall komoditas tinggi, harga-harga komoditas juga tinggi.
Windfall terkait erat dengan inflasi yang menjadi salah satu penyebab utama resesi.
“Kemudian ada windfall harga komoditas yang bantu jaga rupiah tidak terkoreksi sedalam negara peers,” ujarnya.
Meski demikian, Bhima menekankan agar tetap waspada, meski indikator ketahanan ekonomi Indonesia menunjukkan positif.
Pemerintah diminta mengurangi ketergantungan terhadap harga komoditas tertentu.
“Tapi indikator ketahanan tadi bisa dalam waktu cepat berubah, contohnya ketergantungan terhadap harga komoditas tentu cukup berisiko,” ungkapnya.
Bhima mencontohkan harga CPO (crude palm oil) di pasar internasional anjlok 6,3% dalam setahun terakhir menjadi 3.762 RM/ton pada 13 Juli 2022.
Harga nikel juga mulai mengalami koreksi dalam sebulan terakhir.
“Artinya, menggantungkan ketahanan eksternal dengan fluktuasi harga komoditas sama dengan naik roller coaster tanpa sabuk pengaman. Sekali harga komoditas anjlok, hilang pendapatan, devisa dan pertahanan ekonomi langsung melemah,” tambahnya.
Kinerja Airlangga
Ekonom Indef Eko Listiyanto menambahkan, Menko Airlangga juga berkinerja baik dalam pemulihan ekonomi Indonesia.















