Pengalaman dalam dunia akademis ini membekalinya dengan kemampuan analisis mendalam dan pengelolaan proyek, yang kemudian ia bawa ke level lebih tinggi.
Sebelum menjadi pionir BRT, Lena memiliki sepak terjang yang mengesankan di berbagai organisasi.
Pada 2010, ia mendapatkan penghargaan dari Kementerian Perdagangan Republik Tiongkok dalam kontribusi aktifnya membantu terbentuknya perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia-Tiongkok kala itu.
Ia juga pernah mengelola dana hibah Uni Eropa (EU) untuk mendukung pengembangan UMKM dan bisnis anak bangsa sehingga bisa menembus pasar Internasional melalui kerjasama multilateral bersama Kadin Indonesia.
Selain itu, ia juga berperan sebagai Peneliti Kebijakan Publik dan Penasehat yang berfokus pada riset dan analisis isu-isu terkait pembangunan infrastruktur, transportasi dan ekonomi berkelanjutan di institusi internasional dan nasional di Indonesia.
Karirnya semakin melejit ketika ia mendapatkan kesempatan untuk mempromosikan kontribusi Indonesia bahkan Asia Tenggara di panggung internasional di London Inggris pada 2018. dimana ia berkesempatan berbicara tentang ”Transformasi, Teknologi dan juga Perdagangan” di International Inspection Conference oleh International Maritime Organization (IMO).













