Dia mengatakan, kekurangan dana tabungan tersebut disebabkan oleh cara pengelolaan keuangan dan perilaku menabung yang terjadi saat ini. Dengan rata-rata pendapatan Rp4,1 juta, jelas Nelly, para investor memperkirakan bahwa mereka hanya dapat menabung sejumlah Rp224,2 juta sebelum memasuki usia pensiun.
Survei MISI mencatat, tiga dari lima responden merasa mampu untuk memperoleh dana pensiun yang diharapkan. Sebanyak 68 persen investor di Indonesia berharap dapat tetap bekerja penuh atau paruh waktu setelah pensiun. “Investor juga mengungkapkan, sumber tambahan dana pensiun mereka termasuk dana pensiun, produk asuransi dan investasi properti,” ucapnya.
Nelly menyebutkan, bekerja setelah usia pensiun pun bukanlah pilihan yang paling tepat, baik dari sisi kesehatan maupun produktivitas. “Sebagian besar investor berharap bisa tetap bekerja pada usia pensiun untuk memenuhi kekurangan dana,” imbuhnya.
Lebih lanjut, hasil survei MISI menunjukkan sekitar 20% responden yang berusia di atas 48 tahun berencana untuk mengandalkan anak-anaknya, untuk mendukung keuangan mereka guna menutupi kekurangan tabungan masa pensiun. Sementara itu, 33% responden di bawah usia 48 tahun mengungkapkan, mereka diharapkan untuk turut membantu secara finansial setelah orang tuanya pensiun.” Sekitar 1 dari 5 responden mengandalkan bantuan finansial dari anak-anak mereka untuk mendukung keuangan mereka,” ujar dia.













