Di bawah biro KTLN Setneg, tercatat sebanyak 7.072 peserta dari 112 negara berkembang diberikan pelatihan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian/Lembaga teknis.
Sementara itu, di bawah koordinasi Sekretariat KSS Kemenperin-UNIDO, Kemenperin secara aktif memberdayakan Balai Besar, Balai Riset dan Standarisasi, serta unit pendidikan di lingkungan Kemenperin untuk memberikan capacity building berupa pelatihan dan teknologi praktis tepat guna kepada negara berkembang khususnya least developed countries. “Partisipasi aktif Kemenperin dalam kerjasama teknik lingkup KSS juga memberikan excess advantage sebagai upaya dalam meningkatkan akses pasar dan intangible asset bagi industri di Indonesia khususnya ke negara-negara non-pasar tradisional,” tegas Wamenperin.
Sedangkan, UNIDO sebagai organisasi non profit dunia yang mengkoordinasikan kerjasama industri, berperan dalam mengupayakan dukungan donor dari negara-negara maju dan/atau organisasi internasional pada program-program kerjasama teknik yang disusun Kemenperin dan UNIDO.
Â












