JAKARTA – Konferensi Luar Biasa Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang ke-5 tentang Palestina dan Al-Quds akan digelar pada tanggal 7-8 Maret 2016 mendatang di Jakarta.
Situasi ini bertepatan dengan dunia Islam yang memprihatinkan.
Apalagi dalam waktu tiga tahun terakhir isu Palestina seperti terpinggirkan. Ditambah situasi di dalam Palestina sendiri semakin tidak jelas.
“Dua situasi itu membuat Konferensi OKI ini menjadi sangat penting untuk mampu “menyelamatkan” Palestina dan termasuk Al-Quds,” kata Ketua Komisi I DPR RI Mahfuz Sidik dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu (5/3/2015).
Alasannya, lanjut Mahfudz, pertama-ketika muncul gelombang Arab Spring di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, terjadi turbulensi politik antara kekuatan baru dengan kekuatan lama.
“Hal ini menyedot energi politik dan ekonomi yang sangat besar. Sehingga perhatian terhadap isu Palestina pun terpinggirkan,” tegasnya
Celakanya, kata politisi PKS itu, kekuatan-kekuatan politik baru di Arab Spring dipandang lebih dekat dengan kekuatan politik garis keras di Palestina.
Sentimen negatif akhirnya menjalar ke Palestina.
Dan saat ini gerakan kontra Arab-spring kembali berkuasa.
“Akibatnya, sikap politik mereka terhadap Palestina pun nampak melemah,” ujarnya.














