Kedua, konflik baru di kawasan Timur Tengah yang didominasi oleh isu ISIS (Islamic State Irak and Syaria) dan konflik sunni-syiah juga berdampak besar bagi Palestina.
Suriah misalnya yang sejak lama bersama Iran mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina, sekarang menarik diri.
Alasannya karena kekuatan politik di Palestina tidak mendukung rezim Bashar Assad malah cenderung meninggalkannya.
Biaya konflik dan perang yang ditanggung negara-negara di kawasan Timur-Tengah dan sekitarnya, mengakibatkan bantuan keuangan kepada Palestina nyaris berhenti total.
Ketiga, dunia Islam secara keseluruhan juga menghadapi tantangan dan ancaman baru sebagai pekerjaan rumah domestiknya.
Karena itu menurut Mahfuz, penurunan laju ekonomi dan masalah terorisme, membuat banyak negara muslim mengalihkan perhatian dari isu Palestina.
Keempat, negara-negara di kawasan Eropa maupun AS juga memiliki persoalan besarnya sendiri.
Selain persoalan ekonomi dan politik dalam negerinya, konflik di kawasan Timur Tengah juga memiliki dampak terhadap Negara-negara di kawasan Eropa dan AS.
Dengan empat faktor itu, maka Palestina terjebak dalam situasi sulit.
Menghadapi berbagai persoalannya sendirian.
Dalam situasi ini, Israel mengambil kesempatan dengan meningkatkan agresinya.














