Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menekankan bahwa gabungan dari beberapa faktor, seperti harga impor yang fluktuatif, ketidakpastian pasar domestik, dan kebijakan pemerintah yang sering berubah-ubah, telah memberikan “hantaman besar” bagi industri nasional.
Bahkan data terbaru menunjukkan bahwa peringkat daya saing industri Indonesia anjlok dari peringkat 13 menjadi 40.
“Ini hantaman besar bagi pemerintah kita, bagi Republik Indonesia,” tegasnya.
Untuk mengatasi kemerosotan ini, Novita mengusulkan tiga langkah penting yang harus segera dilakukan pemerintah.
Pertama adalah fokus pada produk lokal.
Novita menekankan pentingnya transparansi dalam pemilihan produk yang sudah terdaftar di e-katalog.
“Kita harus benar-benar fokus, disiplin, berani untuk memilih produk lokal, kembali pada tujuannya,” katanya.
Pemerintah dijelaskan Novita, harus memberikan insentif fiskal kepada industri, terutama yang berfokus pada produksi dalam negeri.
“Kita harus memfasilitasi beberapa insentif-insentif fiskal kepada industri-industri, utamanya yang memang fokus pada produksi dalam negeri, mulai dari bahan baku hulu hingga ke hilirnya,” jelasnya.
Ketiga adalah bantuan pemasaran.
Ia berharap pemerintah dapat memfasilitasi pelaku usaha untuk bersaing di pasar domestik maupun global.














