Guna mengatasi permasalahan ini, Corina mengajak para pelaku usaha harus saling bahu-membahu dan berkolaborasi demi memenuhi permintaan pasar global. Seperti yang sudah dilakukan di beberapa sektor industri, para pelaku usaha membentuk asosiasi.
Contohnya asosiasi di bidang furniture, ketika terdapat permintaan dari luar negeri, para pelaku usaha furniture berkolaborasi memenuhi permintaan tersebut sehingga harga, kualitas, dan kapasitas yang diminta dapat dipenuhi sesuai dengan permintaan buyer.
Dalam hal ini, Corina menyampaikan BNI Xpora siap membantu memberi pelatihan dan pendampingan terkait peningkatan kualitas produk, sehingga produk UMKM dapat bersaing hingga kancah internasional.
Lebih lanjut, tantangan lainnya adalah persyaratan dokumen ekspor untuk setiap produk dan setiap negara tujuan ekspor berbeda dan pengetahuan terkait prosedur tersebut belum banyak diketahui oleh beberapa pelaku usaha.
Tantangan ini dapat diatasi dengan aktif mengikuti program pelatihan dan pendampingan yang diselenggarakan oleh kementrian dan lembaga yang expert di bidang ekosistem ekspor.
“Kami bersykur, BNI Xpora saat ini telah bekerja sama dengan berbagai instansi dalam memberikan pelatihan terkait prosedur dan lisensi ekspor seperti Kementerian Perdagangan, Bea Cukai, Bank Indonesia (BI) dan lainnya. Semoga semakin banyak membantu pelaku UMKM mampu menembus pasar global,” tuturnya.














