Rangkaian kegiatan diakhiri dengan meresmikan House of Indonesia. Acara yang akan dibuka pada 19 September 2014 ini ingin menunjukkan pada konsumen RRT pentingnya produk furnitur berbahan baku legal dan bukan selundupan. “House of Indonesia ini dicetuskan dengan tujuan memperluas pasar produk Indonesia ke RRT, khususnya produk bahan baku rotan yang memenuhi mutu dan persyaratan,” ujar Wamendag.
Sejumlah negara ASEAN terlibat dalam kampanye antipenyelundupan rotan ini, seperti Malaysia dan Thailand. Kedua negara ini juga sudah memiliki area promosi produk mereka di RRT.
House of Indonesia, seluas 500 m2 berdiri dengan mengambil nuansa Bali dan terletak di Shanghai Red Star Macalline Furniture Mall Plaza. Ini adalah mall terbesar yang khusus mempromosikan produk furnitur di Shanghai.
RRT merupakan negara tujuan ekspor Indonesia yang ada di urutan pertama. Sementara bagi RRT, Indonesia merupakan negara pemasok yang berada pada urutan ke-15, setelah Korea, Jepang, Tiongkok Taipei, Amerika Serikat, Australia, Jerman, Malaysia, Swiss, Brasil, Arab Saudi, Afrika Selatan, Rusia, Thailand, dan Angola.
Hubungan perdagangan ASEAN-RRT pada periode 2009-2013 memiliki tren pertumbuhan 16,03%. RRT menjadi mitra dagang penting bagi ASEAN. Pada tahun 2013 total perdagangan ASEAN-RRT mencapai USD 199,4 miliar; atau meningkat 1,83% dibandingkan tahun 2012.














