JAKARTA-Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) telah menyetujui rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMT-HMETD) alias private placement, dengan menerbitkan sebanyak 205.029.000 saham.
Berdasarkan prospektus ringkas WIFI atau yang dikenal dengan brand Surge ini, sebanyak 205.029.000 saham yang akan diterbitkan itu bernilai nominal Rp100 per lembar atau setara dengan 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan, sesuai dengan Daftar Pemegang Saham (DPS) WIFI tertanggal 31 Agustus 2022.
Menurut CEO Surge, Hermansjah Haryono, rencana penambahan modal tersebut sudah seusai dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 14/POJK.04/2019 tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
Dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat (5/11), Hermansjah menyampaikan, rencana penambahan modal ini telah disetujui oleh mayoritas pemegang saham independen melalui RUPS-LB yang berlangsung pada 2 November 2022 di Kantor Pusat WIFI, Jakarta Selatan.
“Dengan ekspansi bisnis perseroan yang terus berjalan, saat ini perseroan menilai dan memandang bahwa pelaksanaan PMT-HMETD merupakan pilihan terbaik untuk alternatif pendanaan yang dapat diperoleh dalam jangka waktu yang efisien dibandingkan alternatif pendanaan lainnya. Hal ini juga sejalan dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan perseroan,” ujar Hermansjah.
Dia menambahkan, dengan penambahan modal ini, tentunya dapat memberikan manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung, antara lain meningkatkan dan memperkuat struktur permodalan perseroan, meningkatkan aset produktif dalam bentuk modal kerja dan meningkatkan likuiditas saham WIFI di Bursa Efek Indonesia (BEI).













