Sementara itu, lanjut Hermansjah, berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2022, WIFI berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp205,55 miliar dimana angka tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2021 senilai Rp200,28 miliar.
Peningkatan tersebut didorong oleh produk digital, periklanan dan telekomunikasi.
Per 30 Juni 2022, total aset WIFI mencapai Rp1,16 triliun. Dengan adanya penambahan modal ini, maka kata Hermansjah, nilai ekuitas perseroan diharapkan bakal meningkat sebesar 8,31 persen menjadi Rp593,3 miliar.
Perlu diketahui, pada Prospektus Ringkas WIFI menyebutkan bahwa harga pelaksanaan dari rencana aksi korporasi ini akan mengacu pada Peraturan BEI Nomor I-A, yakni paling sedikit 90 persen dari harga rata-rata penutupan saham WIFI dalam kurun 25 Hari Bursa berturut-turut di pasar reguler sebelum tanggal permohonan pencatatan saham tambahan hasil PMT-HMETD.













