Menurutnya, pertumbuhan ekonomi triwulan II 2014 ditopang oleh kinerja konsumsi rumah tangga yang masih kuat antara lain sebagai dampak dari pelaksanaan Pemilu, sebagaimana tercermin pada membaiknya kinerja industri makanan minuman dan industri kertas.
Investasi bangunan juga masih tumbuh cukup baik. Sementara itu, impor yang menurun akibat moderasi permintaan domestik membantu mengurangi tekanan eksternal akibat penurunan ekspor.
BI memandang bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2014 tersebut masih sejalan dengan langkah pengelolaan stabilisasi makroekonomi yang dilakukan oleh BI bersama Pemerintah selama ini, terutama untuk mengendalikan inflasi dan defisit transaksi berjalan.
“BI akan terus memonitor berbagai perkembangan baik domestik maupun eksternal dan memastikan agar dinamika perekonomian nasional ke depan berjalan dengan sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.














