JAKARTA-Kunci untuk mengembangkan sektor pertanian adalah membuat bisnis model berbentuk korporatisasi petani dengan mengkonsolidasikan lahan-lahan rakyat.
Oleh karena itu, Kemenkop menerapkan sejumlah strategi untuk mengembangkan bisnis pertanian rakyat tersebut melalui program korporatisasi petani.
“Ini yang menurut Presiden, kalau tidak dikonsolidasikan akan sulit melahirkan sistem pertanian yang produktif,” kata Menteri Koperasi (Menkop) dan UKM Teten Masduki dalam acara Pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian Tahun 2020 di Jakarta, Senin, (27/1/2020).
Lebih jauh Teten menjelaskan Kemenkop UKM bersama Kementerian Pertanian (Mentan) akan mengembangkan program korporatisasi petani berbasis koperasi.
“Kenapa pertanian rakyat tidak begitu berkembang, karena pelaku usahanya sebagian besar, 90 persen lebih lewat perorangan dengan lahan yang sangat sempit,” tambahnya.
Nantinya, kata Teten lagi, lahan-lahan milik rakyat dengan luasan 100 hektare akan dikonsolidasikan untuk komoditas tertentu berdasarkan klaster.
Lahan-lahan ini akan dikembangkan menjadi lahan bisnis yang dihubungkan langsung dengan off taker sehingga hasil produksi petani terjamin oleh pasar.
Pemerintah pun sudah menyiapkan pembiayaan atau dana KUR lewat perbankan.













