JAKARTA-Harga jagung belakangan ini mengalami kenaikan yang berimbas pada peternak unggas.
Hal itu bisa menimbulkan kerugian bagi peternak jika diikuti daya beli masyarakat yang menurun.
Mengutip data BKP Kementerian Pertanian harga jagung terus mengalami kenaikan.
Pada Januari 2021 harga jagung dengan kadar air 15% tercatat Rp 4.470 per kg.
Harga jagung terus naik selama lima bulan terakhir hingga menyentuh sekitar Rp 6.200 per kg pada Mei 2021.
Kondisi ini diungkapkan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi dalam Webinar KOPITU, 1 Juli 2021.
Selain Suwandi, Webinar tersebut juga dihadiri oleh Makmun Junaidin yang mewakili Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah, Ketua Umum KOPITU Yoyok Pitoyo, Waketum KOPITU Bidang Pengembangan Pertanian dan Peternakan Prof. Moh. Winugroho.
Hadir pula Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Kendal dan Ketua Pinsar Petelur Nasional Kendal H. Suwardi dan Direktur Utama PT. Sarottama Dharma Kalpariksa Nunik Sri Martini.
“Rata-rata harga jagung nasional dengan kadar air 15 persen pada Maret 2021 sebesar Rp 4.002 dan April Rp. 4.333 perkilogram dan harga terendah di Bulukumba Rp 3.200. Harga jagung di petani intinya masih aman, yang naik ada di hilirnya”, ungkap Suwadi.













