Yang jelas, kata Martin, pilkada langsung lebih banyak mudharatnya, sebagai contoh bagaimana perilaku kepala daerah yang sudah terpilih, justru menggerogoti APBD. Lalu merusak birokrasi. “Untuk menjadi seorang camat saja, harus setor dulu, artinya orang baik dan jujur tidak ada manfaatnya,” pungkasnya. (ek)












