Mereka bertugas sebagai relawan di daerah erupsi gunung Lewotobi Laki-Laki.
Relawan kloter pertama telah menempuh perjalanan jauh dari ‘Kota Metropolitan’ demi korban bencana yang saat ini mengungsi ke posko-posko.
Solidaritas dan kepedulian tanggap darurat oleh relawan itu dapat menjawab satu persoalan urgen, yaitu pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar untuk bertahan hidup bagi para korban.
Para relawan yang datang ke lokasi bencana erupsi membaur bersama relawan-relawan dari berbagai elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan pusat.
Mereka (tim relawan) dibagi menjadi dua begitu tiba di lokasi.
Hal ini untuk menjangkau lebih luas para korban dan memberikan layanan optimal.
Tim pertama relawan melayani para korban di Posko Konga dan Kobasoma, sementara tim kedua melayani beberapa posko antara lain Ile Gerong, Bokang, dan Lato.
Selain beberap posko tersebut, relawan juga menggali informasi mengenai daerah atau posko mandiri yang belum mendapatkan layanan kesehatan.
Relawan Atma Jaya yang kini menjalani misi kemanusiaan di antara lain, dr. Ruth Indira (FKIK 1994), dr. Vincensia Caroline (FKIK 2011), dr. Gregorio Gavriel Singgih (FKIK 2016), dr. Fujianto Halim (FKIK 2018), Felicia Clea Abadi (Mahasiswa FKIK 2022, Medisar), dan Callista Jocelyn Setiawan (Mahasiswa FKIK 2022, Medisar).














