Meliza menjelaskan, pertumbuhan bisnis terus berlanjut, tercermin pada rasio Loan-to-Deposit (LDR) yang meningkat ke level 83 persen dibandingkan 75 persen pada 2023.
Total Aset Bank tumbuh sebesar 0,6 persen menjadi Rp259 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi pendanaan, total simpanan nasabah tercatat sebesar Rp185 triliun di tahun 2024, dengan rasio CASA di level 55 persen.
Bank berhasil membukukan rasio Cost-to-Income (CIR) yang semakin efisien menjadi 50 persen di tahun 2024 dibandingkan dengan tahun 2023 sebesar 52 persen, didukung oleh disiplin dalam penerapan manajemen biaya secara konsisten disertai adaptasi cara kerja digital yang lebih agile.
Lebih lanjut, penyaluran kredit kepada masyarakat naik 9 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp155 triliun dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dikontribusikan oleh segmen Korporasi yang tumbuh sebesar 12 persen (yoy) menjadi Rp89 triliun, diikuti pertumbuhan segmen komersial dan konsumer, yang masing-masing tumbuh sebesar 6 persen dan 4 persen (yoy).
Kualitas aset tercatat semakin sehat yang tercermin pada rasio Gross NPL dan Loan at Risk (LAR), masing-masing pada level 2,1 peresn dan 7,9 persen, membaik dibandingkan dengan 2,9 persen dan 8,7 persen di periode yang sama tahun lalu.















