Lebih lanjut, Permata Bank terus menjaga kebutuhan cadangan atas potensi penurunan risiko kredit secara konservatif, tercermin dari rasio NPL coverage dan rasio LAR coverage masing-masing di level 375 persen dan 97 persen.
Upaya restrukturisasi, litigasi, dan penjualan aset tetap dilakukan Bank dalam melakukan penyelesaian kredit bermasalah.
Rasio permodalan Permata Bank saat ini masih merupakan salah satu yang terkuat diantara bank-bank komersial terbesar di Indonesia, dengan rasio CAR dan CET-1 Bank tercatat masing-masing sebesar 35 persen dan 26 persen di akhir tahun 2024.
Hal ini menjadi struktur yang kokoh untuk mendukung strategi-strategi prioritas Bank di masa depan.
Selain itu, pada 2024, Permata Bank melalui Permata Hati meluncurkan inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bekerja sama dengan WWF-Indonesia melalui program #SayangiBumi #DenganHati untuk Bukit Tigapuluh, Jambi, dengan fokus pada pelestarian ekosistem satwa liar khususnya habitat gajah Sumatra, reforestasi melalui penanaman bibit pohon, dan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
“Permata Bank juga memperkenalkan program Adopt-A-Tree untuk mendukung reforestasi, di mana nasabah, mitra dan masyarakat luas dapat berkontribusi dengan membeli pohon untuk memulihkan hutan dan menyediakan rumah bagi habitat gajah Sumatera,” ujar Meliza.















