JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengaku permintaan minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya pada Ramadan 2014 mengalami penurunan.
Kondisi ini kontras dengan Ramadan tahun-tahun sebelumnya, dimana permintaan akan minyak sawit mentah meningkat signifikan diikuti dengan penaikan harga.
“Memasuki semester pertama tahun 2014, perdagangan ekspor CPO dan turunannya asal Indonesia tidak secerah yang diperkirakan. Ramadan tahun ini ternyata permintaannya sangat lesu dan dibawah ekspektasi,” kata Direktur Eksekutif Gapki Fadhil Hasan di Jakarta, Selasa (22/7).
Menurutnya, volume ekspor CPO dan turunannya pada semester I-2014 hanya mampu mencapai 9,8 juta ton atau turun 7,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu sebesar 10,6 juta ton.
Secara year on year basis, penurunan volume ekspor CPO Indonesia pada semester I 2014 terjadi karena berkurangnya permintaan dari India yang cukup signifikan hingga mencapai 37% dari 3,39 juta ton semester pertama 2013 turun menjadi 2,12 juta ton pada semester pertama 2014.
Sementara itu, ekspor CPO dan produk turunannya pada Juni 2014 mulai bergeliat naik mencapai 5% dibandingkan bulan sebelumnya, dari 1,7 juta ton pada Mei menjadi 1,79 juta ton pada Juni.













