NEWYORK-Minyak mentah berjangka naik pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan Brent menyentuh 80 dolar AS per barel, setelah persediaan minyak mentah AS turun lebih besar dari perkiraan dan sanksi-sanksi AS terhadap Iran menambah kekhawatiran atas pasokan minyak global. Minyak mentah Brent untuk pengiriman November bertambah 0,68 dolar AS menjadi menetap pada 79,74 dolar per barel di London ICE Futures Exchange. Patokan global ini sebelumnya sempat mencapai 80,13 dolar AS per barel, level tertinggi sejak 22 Mei.
Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober melompat 1,12 dolar AS menjadi ditutup di 70,37 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, tertinggi dalam satu pekan terakhir. Persediaan minyak mentah AS turun 5,3 juta barel pada pekan lalu, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan pada Rabu (12/9). Lebih besar daripada perkiraan para analis untuk penurunan 805.000 barel.
“Saat ini, penarikan stok minyak mentah mencapai 5,3 juta barel, jauh lebih dalam dari penurunan (American Petroleum Institute) tetapi secara signifikan lebih besar dari penarikan normal sekitar satu juta barel untuk minggu khusus ini,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates, dalam sebuah catatan.













