OPEC mengatakan pihaknya memperkirakan pertumbuhan permintaan 1,41 juta barel per hari pada 2019, turun 20.000 barel per hari dari perkiraan sebelumnya. Pedagang-pedagang minyak juga mengamati perkembangan Badai Florence kategori 4, yang diperkirakan akan membuat pendaratan di Pesisir Timur AS pada Jumat (14/9).
Produksi minyak mentah tidak akan terpengaruh oleh badai besar, tetapi evakuasi lebih dari satu juta penduduk, serta bisnis, telah mendorong lonjakan permintaan bahan bakar dalam jangka pendek. Dolar AS yang lebih lemah juga membuat minyak yang dihargakan dalam greenback lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,47 persen menjadi 94,8035 pada pukul 15.00 waktu setempat (19.00 GMT).













