“Bahwa pemerintah dan masyarakat harus mendapat keuntungan memang dapat menjadi patokan. Namun, cara atau negosiasi yang dilakukan juga harus elegan dan demi menjamin kepastian hukum,” jelasnya.
Ketua Departemen Ekonomi RPI Johan Carmelo, persoalan sosial juga jangan dilupakan.
Kekayaan alam di Papua juga harus bermanfaat untuk masyarakat Papua, terutama suku-suku yang mendiami dan memiliki ulayat di sana.
“Mengutip Joseph E Stiglitz, sumber daya alam sebuah negeri bisa menjadi berkat jika diimbangi dengan sumber daya manusia. Ironis, jika kita ‘miskin’ dalam kekayaan,” kata Carmelo.
Politikus muda Partai NasDem Wibi Andrino mengapresiasi langkah Presiden Jokowi karena telah merenegosiasi PT Freeport Indonesia.
Terlebih pemerintahan Jokowi dapat bernegosiasi sampai tahap divestasi 51 persen.
“Buat orang muda, generasi milenial agar tidak berpikiran sempit. Jangan buta informasi untuk benar-benar tahu soal isu nasional,” kata Wibi.
Ia mendorong agar dalam memeringati Hari Sumpah Pemuda, orang muda Indonesia harus menjaga rasa persatuan dan tidak mengangungkan nasionalisme secara sempit.
“Kita harus menjaga keutuhan NKRI dan kebhinekaan demi kemajuan Indonesia di masa depan,” katanya.
Menurut Wibi, publik harus melihat secara lebih cerdas dan bijak terhadap setiap permasalahan bangsa, termasuk soal PT Freeport.















