JAKARTA-Bank Indonesia (BI) terus mendorong program financial inclusion dengan meluncurkan kirim uang antar-operator seluler dan pilot project branchless banking.
Layanan branchless banking ini akan memudahkan masyarakat yang berada di daerah terpencil atau remote area untuk bertransaksi keuangan melalui uang elektronik, baik transfer dana maupun pembayaran.
Dengan kemajuan teknologi dan juga mempertimbangkan bahwa penetrasi telepon genggam yang sangat luas, layanan Person to Person Transfer (P to P transfer) yang disediakan oleh operator seluler akan berpotensi digunakan secara luas oleh masyarakat karena kemudahan dan kenyamanan penggunaannya.
“Layanan P to P transfer antar operator seluler di Indonesia ini merupakan yang pertama di dunia,” ujar Gubernur BI Darmin Nasution saat meluncurkan beberapa program dan produk terkait keuangan inklusif yaitu berupa kirim uang antar operator seluler, pilot project branchless banking di Jakarta, Rabu (15/5).
Saat ini, kata dia jumlah uang elektronik berbasis server yang telah diterbitkan oleh perusahaan telekomunikasi mencapai 12 juta.
Ujicoba branchless banking ini melibatkan lima bank, yakni BRI, Mandiri, CIMB Niaga, BTPN, dan Bank Sinar Harapan Bali.















