JAKARTA-PT Pertamina (Persero) mencatat perolehan efisiensi melalui pelaksanaan breakthrough project perusahaan senilai US$172 juta hingga akhir Mei 2015. Pencapaian efisiensi tersebut di atas target untuk periode lima bulan pertama yang dipatok pada level US$168 juta. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan dengan realisasi pada kuartal I 2015 yang mencapai US$96 juta. “Di tengah masa sulit industri migas seperti saat ini, upaya-upaya efisiensi menjadi penting untuk terus-menerus dilakukan. Pertamina telah memiliki program besar berupa breakthrough project 2015 yang dari program tersebut selama satu tahun efisiensi ditargetkan bisa dicapai sebesar US$479 juta. Melihat perkembangan pencapaian dalam lima bulan pertama, kami optimistis target tersebut dapat dicapai,” kata VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro di Jakarta, Rabu (17/6).
Wianda menjelaskan efisiensi terbesar diperoleh dari sentralisasi pengadaan, di mana Pertamina mengubah pola pengadaan yang sebelumnya dilakukan oleh korporat, unit dan anak perusahaan secara terpisah-pisah, menjadi terpusat melalui Procurement Excellence Group Pertamina. Nilai efisiensi yang dicapai dengan perubahan ini telah mencapai US$66 juta.













