Dalam sesi diskusi, Head of Geothermal Technology and Innovation (Subsurface Team) EDC Erlindo Angcoy Jr. memaparkan gambaran umum lapangan panas bumi Leyte beserta tantangan operasional yang dihadapi. Erlindo menyampaikan ketertarikan terhadap teknologi Flow2Max karena teknologi ini sesuai dengan profil lapangan dan kebutuhan EDC dalam mendukung optimalisasi kinerja sumur panas bumi.
Dalam kesempatan yang sama, PGE berbagi pengalaman dalam penanganan sumur-sumur superheat dari perspektif operasi serta pengelolaan uap panas bumi super panas (geothermal superheated steam) di wilayah kerjanya.
Manager Production & Optimization Excellence PGE Mohamad Husni Mubarok, Ph.D. mengatakan, “Kami bangga dapat memperkenalkan inovasi teknologi pengelolaan superheated steam PGE kepada salah satu perusahaan panas bumi terbesar dan bereputasi di dunia. Terlebih, Filipina saat ini menempati peringkat ketiga kapasitas panas bumi dunia setelah Amerika Serikat dan Indonesia. Kami harap penerapan teknologi Flow2Max®️ dapat mendukung optimalisasi operasional, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat pengelolaan reservoir EDC secara berkelanjutan.”
Flow2Max® hadir sebagai teknologi pengukuran dua fase (two-phase flow meter) yang memungkinkan pemantauan aliran fluida secara real-time, sehingga operator dapat mengevaluasi kinerja serta memprediksi produktivitas sumur produksi dengan lebih akurat.












