Sementara Wakil Rektor Bidang Riset, Pengembangan dan Kerja Sama UP Budi W. Soetjipto mengatakan, kerja sama ini diharapkan menjembatani kebutuhan industri dengan kapabilitas riset universitas.
“Bagi UP, kerja sama ini dapat mewujudkan pembelajaran berbasis riset. Yaitu metode pembelajaran dengan menekankan konsep student-centered learning (SCL). Di sisi perusahaan, riset yang dihasilkan UP dapat menjadi solusi permasalahan industri,” ujarnya.
Untuk mendukung kerja sama itu, diluncurkan pula program Pembelajaran Berbasis Pengalaman (experiential learning).
Program ini berupa magang bagi mahasiswa UP di PT Pertamina Lubricants selama tiga bulan.
Juga pengalaman magang bagi alumni UP selama satu tahun di anak perusahaan Pertamina bidang usaha pelumas itu.
UP tak sekedar menerjunkan mahasiswa dan alumninya ke industri tanpa persiapan. Mereka telah dibekali dengan keterampilan teknis (hard skills) dan keterampilan non teknis (soft skills).
Diantaranya melalui mata kuliah wajib Creative Problem Solving dan Critical Thinking.
Rektor Universitas Pertamina, Prof. Akhmaloka, mengatakan, kedua mata kuliah ini akan mendukung mahasiswa untuk lebih siap menghadapi persaingan kerja di abad ke-21.
“Dengan dibekali kemampuan berfikir kritis dan menyelesaikan masalah secara kreatif dan inovatif, ditambah pengalaman industri dan pembelajaran langsung di tempat kerja. Maka lulusan Universitas Pertamina tentu akan dapat bersinergi dengan kebutuhan pasar kerja,” ungkapnya.















