Ketiga proyek pembangunan DPPU tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan bisnis penjualan Avtur Pertamina dalam dunia penerbangan nasional maupun internasional.
“Peresmian proyek-proyek dengan nilai total US$340 juta ini sangat penting, karena keberhasilan pembangunan dan revitalisasi ini adalah bagian dari kemajuan Pertamina dan Indonesia. Proyek-proyek ini merupakan proyek strategis yang sangat mendukung percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi secara nasional dan menjadi momentum untuk mendukung percepatan proses transformasi ekonomi khususnya di wilayah bersangkutan serta meningkatnya efisiensi ekonomi dan sistem logistik antarwilayah, antarpulau, dan antarnegara,” tambah Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya.
Hanung mencontohkan pengembangan TBBM Sambu, yang sangat bersejarah karena sudah ada sejak tahun 1918, akan menjadikan Pertamina memasuki babak baru sebagai Storage and Blending Facility Provider.
TBBM Pulau Sambu ini nantinya juga akan dimanfaatkan oleh PT Pertamina Energy Services (PES) sebagai sinergi Pertamina dengan Anak Perusahaan untuk mendukung bisnisnya menjadi oil trader di wilayah regional Asia Tenggara.
Hanung juga menyinggung mengenai perkuatan infrastruktur DPPU di tiga bandara Internasional sebagai upaya Pertamina untuk mempertahankan pasar dan mengamankan penguasaan pasar penjualan Avtur di Indonesia sebagai antisipasi dibukanya pasar (open acces) bahan bakar penerbangan domestik.














