SURABAYA – Ratusan sopir yang yang sebelumnya melakukan aksi blokir ruas jalan tol di KM.8, Romokalisari, Surabaya, akhirnya mendatangi Balai Kota Surabaya, dengan harapan Walikota Tri Rismaharini dapat memberikan solusi dan keputusan, terkait dengan normalisasi Terminal Tambak Osowilangun (TOW). Sayangnya Walikota Surabaya tidak ditempat karena sedang melakukan perjalanan dinas ke negeri kanguru Australia.
Meskipun Walikota Surabaya tidak ada di tempat, para perwakilan sopir yang tergabung dalam Paguyuban Pekerja Angkutan Terminal Oso Wilangun (PATO), akhirnya ditemui oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Eddi dan Soemarno, selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang Linmas), Senin (4/3).
Sempat terjadi kericuhan, dalam pertemuan tersebut. Lantaran para sopir menganggap pertemuan itu hanya sekedar formalitas, agar aksi sopir tidak merambat ke arah anarkis. Kericuhan terjadi ketika kepala bakesbang, Soemarno membuka pertemuan dan menyatakan bahwa dirinya di tugaskan untuk menampung aspirasi para sopir. Tapi setelah itu, dirinya langsung menutup rapat. “Saya mendapat tugas untuk menampung aspirasi anda sekalian. Jika tidak ada yang menyalurkan aspirasi, maka rapat saya tutup,” ucap dia dalam rapat singkat tersebut.













