Langsung saat itu juga perwakilan sopir heran dan marah lantaran mereka belum menyalurkan aspirasi, tapi rapat sudah di tutup. Beruntung, aparat keamanan yang siaga di lokasi berhasil mengendalikan keadaan.
Sekretaris PATO, Supardi. Dirinya mengatakan bahwa pertemuan ini hanya formalitas belaka. “Ini maksudnya apa?, kita belum menyampaikan aspirasi, kok rapat sudah di tutup,” keluh dia. Pihaknya juga berharap ada reformasi di dishub dalam waktu dekat ini. “Kami berharap Bu Walikota mau mengganti Kadishub dengan yang lebih tegas,” kata dia.
Para perwakilan awak bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), Bus Kota (Damri) dan angkutan kota ini berjanji akan menggelar aksi yang lebih besar lagi, jika Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak menjalankan Surat Keputusan (SK)
Direktorat Jendral (Dirjen) Angkutan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tertanggal 1 Mei 2013, terkait dengan normalisasi TOW dan pengalihan trayek dari terminal Purabaya, Bungurasih ke TOW.













