JAKARTA-Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengatakan pola pikir mengenai pertumbuhan ekonomi yang selama ini lebih mengedepankan perhitungan ekonomi dengan fokus pada pencapaian target-target ekonomi jangka pendek perlu disempurnakan. Pendekatan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang tidak hanya mempertimbangkan profit namun juga people dan planet perlu mewarnai pengambilan keputusan kita untuk terus tumbuh dan berkembang. “Dengan framework pembangunan berkelanjutan, dampak yang diakibatkan oleh sebuah kegiatan ekonomi selayaknya tidak hanya mempertimbangkan unsur profit tetapi juga mempertimbangkan unsur manusia dan lingkungan hidup,” ujar Muliaman Pada Launching Road Map Keuangan Berkelanjutan dan Buku Pedoman Energi Bersih di Jakarta, Jumat (5/12).
Dalam jangka pendek, jelasnya perusahaan yang mengabaikan unsur lingkungan dan sosial mungkin dapat bertahan, namun demikian dalam jangka panjang, perusahaan-perusahaan tersebut akan mengalami kendala untuk tumbuh secara berkesinambungan. Permintaan masyarakat akan kehidupan sosial dan lingkungan yang lebih baik saat ini sudah menjadi prioritas. Oleh karena itu, kepedulian kepada unsur lingkungan dan sosial perlu dipertimbangkan oleh setiap lembaga jasa keuangan dalam operasionalnya maupun dalam setiap proses penyaluran pembiayaannya.












