JAKARTA-Indonesia berpotensi menjadi pusat pertumbuhan industri petrokimia dan bisa lebih kompetitif di tingkat Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dengan semakin meningkatnya investasi dan ekspansi dari sejumlah produsen di dalam negeri.
Salah satunya bakal direalisasikan oleh manufaktur besar Thailand, Siam Cement Group (SCG), yang berencana membangun fasilitas produksi nafta cracker senilai 5,5 miliar dolar AS atau setara Rp75 triliun di Cilegon, Banten. “Ini menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi negara tujuan investasi seiring upaya pemerintah yang terus menciptakan iklim usaha kondusif. Nilai investasi ini merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia dan bagi SCG sendiri,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Airlangga menyampaikan hal itu usai bertemu dengan Delegasi SCG yang dipimpin President & CEO SCG, Roongrote Rangsiyopash di Jakarta. Kemarin, Delegasi SCG telah melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara untuk melaporkan perkembangan investasi di sektor industri petrokimia tersebut.
Menurut Airlangga, progres proyek SCG itu sudah pada tahap desain pabrik yang akan membutuhkan waktu 8-9 bulan dan ditargetkan bisa beroperasi pada tahun 2021 atau 2022.
“Investasi SCG kali ini merupakan bentuk kerja sama dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. SCG selaku pemegang saham strategis di Chandra Asri, punya teknologi dan funding yang mumpuni. Apalagi, Chandra Asri juga akan ekspansi,” paparnya.














