Oleh: Salamuddin Daeng
Setiap negara memiliki filosofi sendiri dan memiliki sistem ekonomi sendiri dalam menjawab masalahnya.
Namun dalam 30 tahun terakhir kita melihat dominasi neoliberal kepitalisme, yang membuat dunia cenderung tidak teratur.
Demikian juga elite Indonesia juga cenderung mengikuti itu.
Demikian disampaikan Presiden Prabowo di hadapan Presiden Vladimir Putin dan pemimpin negara lainnya dalam pertemuan di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2025 di ExpoForum, St. Petersburg, Rusia, Jumat, 20 Juni 2025.
Prabowo menekankan perlunya kembali kepada kultur dan budaya masing-masing bangsa.
Bagi Indonesia akan memilih yang terbaik dari kapitalisme dan yang terbaik dari sosialisme sehingga Indonesia dapat mencapai cita citanya yakni berdiri di atas kaki sendiri.
Masalah terbesar yang dihadapi semua bangsa menurut Presiden Prabowo adalah dominasi sistem kapitalisme neoliberalisme.
Dominasi ini harus diakhiri. Karena inilah yang menciptakan ketergantungan dan menghambat semua negara dalam meraih pertumbuhan, kemajuan dan kesetaraan.
Negara-negara berkembang dan miskin hidup dalam ketergantungan yang besar dan berkepanjangan kepada negara kuat.
Bagaimana ketergantungan ini bisa terjadi? Semua negara dapat belajar dari pengamalan masing-masing, termasuk Indonesia sebagai salah satu success story keberhasilan kapitalisme neoliberalisme.













